-

Terbit: 6 years ago

Pangais Bungsu

Kemarin, kakak saya ulang tahun. Usianya genap 25 tahun. Semoga lekas dipertemukan dengan jodohnya, agar saya bisa segera nyusul *lah. Iya. Aminkan saja.

👭
Dulu:
Temen berantem. Tendang-tendangan. Cakar-cakaran. Gontok-gontokan 😡

Sekarang:
Temen ngobrolin masa depan. (Masih berantem juga sih, kadang 😌)

Terakhir, kita bahas tentang “menunggu rumah”. Wilda udah sadar sedari lama, bahwa ada budaya yang entah bagaimana asalnya, hingga akhirnya si bungsu “harus” menunggu rumah. Ketika ayah dan ibu kian senja, bungsulah yang akan tinggal bersama mereka dan merawatnya. Dulu sempat keberatan, kenapa harus bungsu? Harusnya bungsu juga punya hak yg sama, untuk menjelajahi bagian mana pun bumiNya. Bertemu orang banyak, belajar banyak.

Tapi teteh cerita, suatu hari mamah bilang bahwa anaknya jauh-jauh. Satu di sana, yang satu juga disana;belum mau kesini, yang satu yang diajak bicara; akhirnya diminta untuk kerja tak jauh dari rumah.

Wilda percaya, amat percaya bahwa tak ada ayah dan ibu yang ingin menghalangi cita anak-anaknya. Bagaimana pun, mereka pasti akan rela melepas yang dicinta pergi, menggapai cita tertinggi. Bukankah mereka yang merawat sedari bayi, dan membiayai segala hal hingga perguruan tinggi? Meski berpeluh keringat setiap hari dan berderai tangis harap untuk kebaikan anaknya dini hari?
Tapi, percayalah tak ada ayah dan ibu yang ingin menua dalam sepi.

Pada akhirnya, kita berdua sepakat yang akan menentukan adalah tergantung jodoh masing-masing kita nanti. Ah atau barangkali bukan, yang akan menentukan adalah seberapa besar cinta dan keinginan untuk merawat juga memuliakan kedua orang tua kita nanti. Tapi percayalah, bagi setiap anak, sejauh apapun ia berkelana, rumah adalah tempat dimana ayah dan ibu berada. Bukan, bukan berarti pergi jauh itu tanda tak cinta. Setiap pilihan untuk berkebaikan dipijakan manapun pasti bernilai baik pula. Tapi percayalah jua, bahwa tak ada ayah dan ibu yang hatinya baik-baik saja melepas pergi ananda tercintanya.

Semoga senantiasa, memuliakan yang amat dicinta.

Some HTML is OK