-

Terbit: 6 years ago

Asa dalam Doa

Sungguh indah hati para pendoa

Ialah Dzakaria.
Dalam renta ia tak pernah putus asa

رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

“..Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.” (19:4)

Berapa lama kah waktu ia berdoa hingga tulangnya lemah dan kepalanya dipenuhi uban?

Sebentar? Tidak. Kita tahu bahwa nabi nabi dahulu hidup hingga ratusan tahun usianya. Lama? Tentu.

Tapi apa yang ia bilang?
“Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu Ya Tuhanku”

Lalu apa kata Tuhannya Dzakaria?
Walau Dzakaria telah renta, walau istrinya divonis tak dapat memberikan keturunan, tapi siapa yang dapat melampaui logika Tuhan? Jika Ia berkata jadi, maka jadilah. Dan lahirlah Yahya. Yang telah dijamin kebaikannya di dunia dan di surga. Di jamin baik akhlaknya dan keberkahan dalam seumur hidupnya.

 

Pelajaran terbaik dari Dzakaria yaitu ia berdoa untuk maslahat kehidupan setelahnya. Agar ada penerus untuk menyeru kepada Tuhannya. Sungguh, Dzakaria telah melangitkan doa terbaiknya.

Barakallahah. Buah terbaik dari pohon kokoh bernama sabar. Jawaban doa selalu iya.

Sungguh indah hati para pendoa

Ia lah sang kasih, Rasulullah SAW. Setiap hari menatap kelangit, dengan harapan besar dihatinya agar arah kiblat berpindah. Ia penuh harap. Tapi tak sampai hati melantangkan harap pada Sang Mahakasih yang selalu memberi rahmat dan nikmat padanya.

Tapi dengarkah kisah yang tertuang di Kalamullah?

Allah SWT berfirman:

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (2:144)

Allah Maha Tahu apa-apa yang tersimpan dalam hati setiap hambaNya. Apalagi hamba terkasihNya.

Pun bahkan, dari makhluk paling durhaka sekali pun, kita bisa belajar bahwa sungguh Allah amat Maha Pemurah.

Ketika si pembangkang Allah usir dari surga dan dikutuk hingga hari akhir, si iblis berdoa pada Allah “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku hingga hari mereka dibangkitkan” (38:79)

Kau tau? Allah yang Maha Pemurah memperkenankan pintanya.

Jangan pernah putus asa dalam berdoa pada Allah. Kau tau? Mudah sekali untuk Allah langsung mengabulkan semua pinta, tapi Ia yang Maha Tahu apa yang paling baik bagi hambaNya.

Dan ada yang kadang manusia lupa, bahwa bagian terpenting dari doa bukanlah saat-saat terkabulnya ia, tapi ialah doa itu sendiri. Doa melipat jarak hamba dengan Pencipta. Doa adalah harapan yang bermuara tepat pada tempatnya. Doa membuat asa tetap hidup, membuat jiwa tetap terjaga.

Dan sungguh indah hati para pendoa. Saat ia yakin bahwa jawaban doa selalu iya. Jika belum terkabul? Maka ia tetap menyambungnya dengan doa-doa terbaiknya.

Barakallahu tabaraka wa ta’ala.

Some HTML is OK