-

Terbit: 5 years ago

Seperti Bianglala

🎡

“Re, katanya hidup itu seperti bianglala. Kadang di atas kadang di bawah.” Kata Rinai yang sedang duduk di kursi taman, sambil menatap bianglala yang membawa muda-mudi bergerak pelan, menyuguhkan pemandangan.

“Iya Rin. Hidup memang permainan. Seperti bianglala, ia menawarkan keadaan seperti yang kamu sebutkan. Kadang di atas, kadang di bawah. Tapi Rin, ada penawaran yang luar biasa hebat yang bisa menjadikan posisi kita selalu di atas.” Reda menjeda, dan pasti membuat Rinai menggantungkan tanya.

“Apa itu Re?” Rinai mengubah posisi duduk. Amat ingin tahu.

“Iman dan takwa yang selalu dijaga. Bagaimana pun kondisi yang ditawarkan kehidupan, baik gemilang maupun payah, kita tetap bisa berada di atas. Ini bukan dilihat dengan kacamata dunia, tentunya.

Dan pada bianglala, biarlah kita belajar sabar menanti, karena semua orang akan mendapat giliran. Pun jika tidak, kita masih dapat menikmati keindahan warna-warni yang ada padanya, walaupun yang merasakan adalah orang lain.

Seperti hidup, kadang kita sendiri yang mengalami suatu hal beserta pelajarannya. Tak jarang orang lain yang mengalami suatu hal dan kita hanya mendapat pelajarannya. Maka pesan moral? Jadikan setiap momen kehidupan yang terjadi di sekeliling kita untuk belajar, bertumbuh-bertambah.” Reda selesai.

Some HTML is OK