-

Terbit: 5 years ago

Lihat Lebih Dekat

Dulu sekali, saat masih lucu-lucunya, dan akan mulai mengenal hidup dan kehidupan, Wilda ingin sekali menjadi dokter. Menganggap dokter satu-satunya pekerjaan yang keren. Karena alasan ini, itu, tapi lebih banyak ambisi di sana. Segala ikhtiar dilakukan. SNMPTN, hasilnya belum kata Allah. UM UGM, UM UNDIP juga belum. Lalu, di SBMPTN, Qadarullah, jawaban doa ternyata iya, tapi diganti yang lain, Apoteker. Dulu waktu pilih Farmasi, gatau akan seperti apa pekerjaan ini. Tapi akhirnya terlalui hingga kini Wilda sudah di tahap menjalankan ibadah Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Eh tapi Wilda bukan mau cerita tentang Farmasi dan Apoteker, tapi tentang melihat segala sesuatu lebih dekat.

Kalo kata Sherina, lihat segalanya lebih dekat dan kau bisa menilai lebih bijaksana.

Di rumah sakit, ada dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, psikolog, analis yang mengelola limbah, bahkan pahlawan kebersihan. Jelas, ini bukan tentang siapa yang paling keren, bukan? Tapi tentang berjuang dan saling, saling yang tujuannya sama, kesejahteraan pasien. Agar lekas sembuh, agar produktif kembali. Kadang kita, eh bukan, kadang saya lupa kalau ternyata bukan profesi A keren, profesi B tidak keren, tapi kacamata manusia yang sempit. Bukan, kacamata saya yang sempit. Padahal Allah yang pilihkan, si A bekerja sebagai 1, si B bekerja sebagai 2. Karena Allah yakhluq, wa yakhtar. Yang mencipta, dan yang memilih sesuai kehendakNya. Supaya kita belajar, bahwa yang sampai pada Allah adalah taqwanya. Dan yang sampai pada kita adalah ridho dan berkahnya. Profesi 1 tak membuat kita pongah, pun profesi B tak membuat kita rendah. Asal taqwa. Memaksimalkan peran masing-masing, tujuannya ridho, tujuannya berkah. Berjuang dan saling. Dan bukan soal penghasilan besar atau kecil, tapi tentang seberapa kita hendak bersyukur dan berbagi seberapa pun yang dipunya. Karena banyak bisa jadi sedikit, tapi sedikit bisa jadi lebih banyak. Cerita ini juga tentang belajar untuk bisa menghargai dan menghormati sesiapa pun sama besarnya. Berbuat baik dan selalu rendah hati semoga menjadi sifat yang lekat pada diri. Semoga tanah yang dipijak senantiasa menjadi lahan bertumbuh bertambah, mendekatkan pada yang Maha.

Selamat melihat lebih dekat.

Some HTML is OK